dr.Muhammad Amin, MKed.Klin, SpMK
Ketua KPRA RSUD dr Soeroto Ngawi
Terkadang hasil kultur infeksi kulit dan jaringan lunak yang terjadi pada pasien dengan DM menunjukkan kuman penyebab yang sensitif hanya dengan kotromoksasol. Hal ini menimbulkan keraguan oleh karena dia merupakan antibiotik oral yang bersifat bakteriostatik. Apakah profil farmakokinetiknya cukup baik untuk menjadi pilihan terapi definitif ?
Continue reading →
